Kevin Ardiansyah Hidayat

Just another Blog Civitas UPI site

Apr

5

Resume Praktikum Basis Data Pertemuan 1-3

By kevin

#1

MySQL dan SQL

MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data

relasional yang digunakan untuk mengelola atau mengatur database yang

memungkinkan user untuk berinteraksi dengan basis data di dalam disk. Lalu,

Structured Query Language (SQL) adalah bahasa basis data yang paling populer saat

ini.

DDL

Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk

mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang

diperlukan, seperti table, view, user, index dan sebagainya. Umumnya perintah DDL yang sering digunakan yaitu :

CREATE; digunakan untuk membuat objek yang baru.

ALTER; digunakan untuk mengubah objek yang sudah ada.

DROP; digunakan untuk menghapus objek yang sudah ada.

 

CREATE ALTER/RENAME DROP
CREATE DATABASECREATE FUNCTIONCREATE INDEXCREATE PROCEDURECREATE TABLE

CREATE TRIGGER

CREATE VIEW

ALTER DATABASEALTER FUNCTIONALTER PROCEDUREALTER TABLEALTER VIEW

RENAME TABLE

DROP DATABASEDROP FUNCTIONDROP INDEXDROP PROCEDUREDROP TABLE

DROP TRIGGER

DROP VIEW

 

Cara menjalankan MySQL :

  1. Download dan install XAMPP pada komputer;
  2. Aktifkan MySQL dan Apache pada XAMPP;
  3. Windows

1) Buka XAMPP Control Panel;

2) Start untuk Apache dan MySQL;

  1. Linux

1) Buka Terminal;

2) Masuk sebagai root;

3) Eksekusi perintah berikut:

/opt/lampp/lampp start

 

  1. Create
  • Membuat Database :  create database nama_database
  • Membuat Table : create table nama_tabel
  1. Drop
  • Menghapus database : drop database nama_database
  • Menghapus tabel : drop table nama_table

3.  Alter

  • Mengubah nama tabel : alter table nama_table to nama_yang_didinginkan
  • Menambah kolom : alter table nama_tabel add column kolom_yang_diinginkan
  • Mengganti kolom :  alter table nama_tabel modify kolom_yang_ingin_diganti
  • Menghapus kolom :  alter table nama_tabel drop column nama_kolom

ERD

ER-Diagram didefinisikan sebagai penerjemahan semesta data yang ada di ‘dunia nyata’ dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sejumlah diagram data.

    1. Entitas

Entitas didefinisikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.

petugas rumah mahasiswa

     2 . Atribut

Atribut merupakan karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atribut di dalam ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar oval.

    3.  Relasi

Relasi didefinisikan sebagai hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Sederhananya, relasi dikenal sebagai hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Relasi pada ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar belah ketupat.

    4. Kardinalitas

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain.

a. One to One

Kardinalitas ini terjadi apabila entitas (aku) berhubungan dengan paling banyak satu entitas (kamu), begitu pun sebaliknya.

b.  One to Many dan Many to One

Kardinalitas One to Many terjadi apabila entitas (aku) berhubungan dengan banyak entitas (kamu, dia_1, dia_n), tetapi tidak             berlaku sebaliknya, dalam artian entitas (kamu, dia_1, dia_n) hanya berhubungan dengan satu entitas ( aku ).

c.  Many to many

Kardinalitas Many to Many terjadi apabila banyak entitas (saya, dia_1, dia_n) berhubungan dengan banyak entitas (kamu,                kamuu, kamuuu). Relasi Many to Many terjadi apabila sebuah data yang ada pada tabel pertama memiliki beberapa data yang              sama pada tabel kedua, dan sebuah data yang ada pada tabel kedua juga memiliki beberapa data yang sama pada tabel pertama.

 

Mar

17

Cara Menggunakan Multimeter

By kevin

Pengertian multimeter

Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM).

1. Multimeter Analog

Multimeter analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

a

  1. Papan skala
    2.    Jarum penunjuk skala
    3.    Pengatur jarum skala
    4.    Knop pengatur nol ohm
    5.    Batas ukur ohm meter
    6.    Batas ukur DC volt (dcv)
    7.    Batas ukur AC volt (acv)
    8.    Batas ukur ampere meter DC
    9.    Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
    10.    Test pin positif (+)
    11.    Test pin negatif (-)

Adapun cara menggunakan multitester ini ialah sebagai berikut :

  1. Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur: Transistor, Tahanan, Potensiometer, VR (Variabel Resistor), Kondensator, LS, Kumparan, MF dan trafo, mengukur Kabel, dsb.
  2. Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur :
  3.                 –         Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
    –         Mengukur (menguji) accu atau batere
  4.  Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur kuat tegangan AC, ada dan tidaknya arus listrik.
  5.  Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur       berapa banyak ampere pada accu maupun batere atau catu  daya  (adaptor).

 

 

MENGUJI RESISTOR

resistorratings_03

          Resistor atau tahanan bisa putus. Jika putus maka suatu rangkaian tak akan bisa bekerja atau setidak-tidaknya mengalami keadaan cacat.
Nilai resistor berdasarkan kode warna.

res_kode_warna2

Langkah-langkah pengujian resistor dengan multimeter adalah sebagai berikut :
a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
b. Tempelkan probe masing-masing pada kawat resistor.
Pengukuran jangan sampai tangan menyentuh kawat (salah satu
kawat boleh tersentuh asal tidak keduanya).
c. Perhatikan jarum pada papan skala. Jika bergerak berarti resistor
baik, jika diam berarti resistor putus

MENGUJI TRANSISTOR PNP

b

a.Pastikan kaki kolektor, basis dan emitornya (anda harus mengetahui secara pasti)

b.Saklar pemilih pada multitester harus menunjuk pada ohm meter

c.Probe positif (berwarna merah) ditempelkan pada B (basis).

             Probe negatif (hitam) ditempelkan pada E (Emitor), jika jarum bergerak maka pindahkanprobe negatif pada kolektor. Jika pengukuran pertama dan kedua, jarum bergerak berartitransistor baik. Jika salah satu pengukuran, jarum tidak bergerak berarti transistor rusak.

MENGUJI TRANSISTOR NPN

  1. Pastikan kaki-kaki transistor, yang terdiri dari kolektor, emitordan basis.
  2. Putar saklarpemilih pada posisi ohm meter.
  3. Tempelkan probe negatif(hitam) pada basis. Probe positif pada kolektor. Jika bergerak berarti antara kolektor dan basis baik.
  4. Pindahkan probe negaifpada kaki emitor. Jika bergerak maka emitor dan basisbaik. Jika salah satu pengukuran (atau keduanya) jarum tidak bergerak berartitransistor putus.

MENGUJI DIODA

  1. Putar saklarpemilih ke posisi ohm.
  2. Probe merah(+) ditempelkan pada

DIODA

kutub katoda dan probe hitam (-) ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum pada papan skala bergerak berarti dioda baik, jika diam berarti putus.

Selanjutnya dibalik : Probe hitam (-) ditempelkan pada kutub katoda dan probe merah(+) ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum diam, berarti dioda dalam kondisi baik, jika bergerak berarti dioda rusak.

MENGUJI KAPASITOR

Pengertian-Kapasitor

Berikut ini adalah Cara menguji Kapasitor Elektrolit (ELCO) dengan Multimeter Analog :

  1. Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω) dengan skala x1K
  2. Hubungkan Probe Merah (Positif ) ke kaki Kapasitor Positif
  3. Hubungkan Probe Hitam (Negatif) ke kaki Kapasitor Negatif
  4. Periksa Jarum yang ada pada Display Multimeter Analog,
    Kapasitor yang baik : Jarum bergerak naik dan kemudian kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum bergerak naik tetapi tidak kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum tidak naik sama sekali.

MENGUJI TEGANGAN AC VOLTAGE

c

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)
    **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

2. Multimeter Digital

image_23361

Sistem multimeter digital Yaitu sistem mengubah analog menjadi digital. Dalam artian kata pengukuran dilakukan secara analog ( menggunakan bahasa biner) . lalu diubah menjadi digital (bahasa decimal).

Prinsip kerja Banyak masukan, terutama yang berasal dari transduser, merupakan isyarat analog yang harus disandikan menjadi informasi digital sebelum masukan itu diproses, dianalisa atau disimpan didalam kalang digital. Pengubah mengambil masukan, mencobanya, dan kemudian memproduksi suatu kata digital bersandi yang sesuai dengan taraf dari isyarat analog yang sedang diperiksa. Keluaran digital bisa berderet (bit demi bit) atau berjajar dengan semua bit yang disandikan disajikan serentak. Dalam sebagian besar pengubah, isyarat harus ditahan mantap selama proses pengubahan.

Cara menggunakan multimeter digital :

Cara menggunakannya sama dengan multimeter analog, hanya lebih sederhana dan lebih cermat dalam penunjukan hasil ukurannya karena menggunakan display 4 digit sehingga mudah membaca dan memakainya.

  1. Putar sakelar pemilih  pada posisi skala yang kita butuhkan setelah alat ukur siap dipakai.
  2. Hubungkan probenya ke komponen yang akan kita ukur setelah disambungkan dengan alat ukur.
  3. Catat angka yang tertera pada multimeter digital.
  4. Penyambungan probe tidak lagi menjadi prinsip sekalipun probenya terpasang terbalik karena display dapat memberitahu.

 

sumber :

http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

http://carakerjamultimeter.blogspot.com/

https://fagoan.wordpress.com/2012/03/21/cara-kerja-alat-ukur-multimeter-digital-dan-analog/

Mar

11

Rangkaian Listrik

By kevin

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu mengenai rangkaian elektronika. Tentunya hal ini sudah tidak asing lagi bagi para pelajar, karena materi ini sudah sangat sering dibahas. Tanpa panjang lebar lagi, kita langsung lanjut ke materi 😀

Rangkaian listrik adalah rangkaian alat-alat listrik yang terhubung dan teraliri dalam suatu rangkaian listrik. Rangkaian listrik terbagi menjadi beberapa model.

Berdasarkan jalur arus listrik yang dilaluinya, rangkaian listrik terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

Rangkaian-Listrik-Tertutup-Dan-Terbuka

  • Rangkaian listrik terbuka, yaitu rangkaian yang memiliki ujung sehingga arus tidak dapat mengalir
  • Rangkaian listrik tertutup, yaitu rangkaian yang tidak memiliki ujung sehingga arus dapat mengalir

Berdasarkan jenisnya rangkaian listrik terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Rangkaian Seri

Rangkaian Seri merupakan salah satu jenis dari rangkaian listrik. Rangkaian ini adalah suatu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar dimana komponen-komponen dipasang berurutan. Dalam kata lain rangkaian listrik yang dipasang secara seri memiliki susunan antar komponen yang berurutan. Penerapan rangkaian seri sering digunakan pada bagunan-bangunan atau gedung-gedung besar seperti perkantoran, kampus, dan hotel. Rangkaian ini sering digunakan karena memiliki cara pengaktifan yang praktis. Hanya dibutuhkan satu switch untuk mode aktif keseluruhan. Contoh konkret dari penerapan rangkaian ini adalah pada lampu-lampu jalan. Penerapan hokum ohm dengan mudah diaplikasikan melihat nilai hambatan yang dapat dicari dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut. V=I.R ; RTotal = R1 + R2 + R3 + ….+ Rn

Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah :

Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn

Dimana :

Rtotal = Total Nilai Resistor

R1 = Resistor ke-1

R2 = Resistor ke-2

R3 = Resistor ke-3

Rn = Resistor ke-nRangkaian-Seri-Resistor

 

Sifat-sifat Rangkaian Seri:

  • Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
  • Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
  • Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
  • Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti.
  1. Rangkaian Paralel

Rangkaian Listrik Paralel tentu sudah familiar di telinga anda semua. Di sekolah dahulu, tepatnya pelajaran fisika, pastinya anda sudah mempelajari seputar rangkaian listrik paralel.Bagi yang belum tahu, rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris. Dimana pada input tersebut setiap komponen semuanya berasal dari sumber yang sama. Rangkaian paralel tetap memiliki kelebihan dari pada kalau dibandingkan dengan rangkaian seri. Salah satu kelebihan dari rangkaian paralel, misalnya saja adalah, jika ada komponen yang rusak, maka komponen yang lainnya masih akan tetap dalam keadaan baik tanpa gangguan.

Rumus dari Rangkaian Paralel Resistor adalah :

1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn

Dimana :

Rtotal = Total Nilai Resistor

R1 = Resistor ke-1

R2 = Resistor ke-2

R3 = Resistor ke-3

Rn = Resistor ke-nRangkaian-Paralel-Resistor

 

Sifat-sifat Rangkaian Paralel:

  • Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
  • Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
  • Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalamrangkaian.)
  • Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

 

Mar

11

Komponen Elektronika

By kevin

1.  Komponen Aktif

Yaitu suatu komponen elektonika yang memerlukan arus listrik agar berfungsi

  • Transistor976-00

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat arus, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

  • DiodaVerschiedene_LEDs

Dioda adalah komponen aktif yang memiliki dua kutub dan bersifat semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan menghambat arus dari arah sebaliknya. Beberapa dioda digolongkan menurut fungsinya. Dioda ada yang berfungsi sebagai penyearah arus, penangkap cahaya, dll.

  • IC (Integrated Circuit)integrated-circuit

Integrated Circuit adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi konduktor dan merupakan pengembangan dari transistor. Dalam sebuah IC terdapat beberapa jenis komponen pasif maupun komponen aktif yang tersusun dalam kemasan (pckages).

 

2.  Komponen Pasif

Yaitu komponen elektronika yang tidak membutuhkan arus listrik dalam penggunaannya

  • Resistorresistorratings_03

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Berikut di bawah ini adalah tabel warna pada resistor. Tujuannya agar kita bisa menghitung besarnya resistor  images

  • KapasitorPengertian-Kapasitor

Pengertian Kapasitor adalah perangkat komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping. Kapasitor biasanya disebut dengan sebutan kondensator yang merupakan komponen listrik dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik.

  • Induktoraudio_inductor_ferrite_core_falcon_acoustics_high_power_hp071_11

Induktor adalah komponen elektronika pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan. Pada dasarnya, Induktor dapat menimbulkan Medan Magnet jika dialiri oleh Arus Listrik. Medan Magnet yang ditimbulkan tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat. Berikut ini merupakan fungsi dari konduktor :

  • Sebagai Filter dalam Rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi
  • Transformator (Transformer)
  • Motor Listrik
  • Solenoid
  • Relay
  • Speaker
  • Microphone

Mar

9

Hello world!

By kevin

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!